Aku Adalah yang Lain
23 April – 13 Juni 2009

Di Stiftung Starke, Catrine dan Olaf Val menampilkan pilihan karya mereka dan
mempersembahkan instalasi baru “Aku Adalah yang Lain” (“Ich bin ein Anderes”). Melengkapi pameran ini, workshop “YouPrompt” juga akan berlangsung pada 13 Juni 2009 antara pukul 11.00 dan 17.00.
Penguat (Verstärker)
Dalam karya
“Penguat”, perpaduan antara cahaya dan interaksi yang dirancang tampil ke depan. Dengan cara ini, hubungan sehari-hari dengan cahaya listrik menjadi pokok bahasan. Dalam “Penguat”, sebuah bola lampu biasa digunakan sebagai media umpan balik. Tampilannya direduksi menjadi sebuah lampu yang menyala dan padam, menjadi satu piksel yang kian terang atau kian redup. Reduksi ini dilakukan demi media input. Dengan daya tarik taktil dan kualitas skulpturalnya, papan ketik PlayStation menjadi daya pikat sesungguhnya dari karya yang dipamerkan.
Display
Instalasi dinding “Display” terdiri atas modul-modul LED siap pakai. Ini adalah komponen standar yang kita jumpai setiap hari di berbagai bidang kehidupan. Setiap layar matriks titik ini dilengkapi di bagian belakangnya dengan rangkaian yang dikembangkan khusus untuk instalasi dinding tersebut. Dengan demikian, modul-modul itu menjadi komputer mandiri berukuran kecil yang menampilkan pola-pola yang sudah diprogram. Karena masing-masing layar saling berkomunikasi melalui impuls listrik, muncullah variasi tak terbatas dari struktur-struktur berkedip ini.
DIGIGRIPPER
Motif Moloch dari film Metropolis karya Fritz Lang, ketika para pekerja lenyap ke dalam rahang
mesin-mesin, dipindahkan ke
dunia digital dalam patung interaktif yang rumit ini. “DIGIGRIPPER” adalah layar matriks titik 5 x 7 seukuran manusia
yang menjelma menjadi dinding panjat. Titik-titik layar itu menonjol sedikit dari dinding. Rangkaian huruf atau kata dapat dimasukkan lewat sebuah terminal dan kemudian ditampilkan di layar. Titik-titik yang menyala menyediakan pijakan kaki dan pegangan tangan bagi para pemanjat, sedangkan titik-titik yang dimatikan akan amblas dan membuat pemanjat tergelincir. Dinding ini dengan demikian hanya dapat dipanjat oleh mereka yang telah menghafal rangkaian huruf tersebut.
MONKEY_UP
Untuk menyelidiki rasa tubuh perkotaan yang baru, yang didominasi gagasan dari dunia gim komputer, dikembangkanlah karya video “Monkey Up”. Video berdurasi tujuh menit ini berkisar pada gerak tubuh yang penuh keriangan dalam arsitektur, baik yang nyata maupun yang virtual. Dalam proyeksi ganda, rekaman para pelaku parkour, atlet senam putri, pemain skateboard, dan tokoh-tokoh virtual dijalin secara asosiatif.
Aku Adalah yang Lain (instalasi video)
Pada tahun 2008, untuk pertama kalinya diadakan pemungutan suara daring tentang “wanita tercantik di dunia” lewat platform video YouTube. Dalam pesan video mereka, para kandidat muda itu tidak hanya berbeda dalam penampilan lahiriah, tetapi juga meraih nilai lewat kecerdasan, suara, dan kesan simpatik. Masih menjadi pertanyaan terbuka apakah pesan video seorang Miss India, Miss Rusia, atau Miss Bolivia sesuai dengan jati dirinya yang sebenarnya. Dalam instalasi video “Aku Adalah yang Lain”, Catrine Val berganti rupa satu per satu menjadi kedelapan finalis tersebut. Lewat penjajaran langsung seperti bayangan cermin antara yang asli dan salinannya,
penampilan individual para wanita muda itu tak lagi diselimuti mistik.
SAMPLE POPS
Lukisan-lukisan cat air berformat besar dalam siklus “SAMPLE POPS” disusun secara asosiatif dari bahan gambar temuan. Dalam kolase-kolase itu, tokoh panutan media yang bersumber dari kultus kaum muda dan badai lampu kilat yang glamor berpadu dengan capaian teknis masyarakat hipermodern kita. Kunci konsepnya terletak pada penggunaan cat air yang anakronistis. Yang menjadi terasa adalah saat-saat kelebihan beban dalam proses melukis yang terpapar berlebihan di
zaman informasi. Yang tersisa adalah lukisan yang penuh ironi terhadap diri sendiri tentang ketidaksempurnaan pemahaman pribadi kita atas kompleksitas global. Sebagai dosen di Kunsthochschule Kassel, Catrine dan Olaf Val meneliti posisi-posisi yang kritis terhadap media, baik secara teori maupun praktik. Mereka berulang kali melibatkan
penonton dalam refleksi mereka tentang proses media. Saat ini mereka mengembangkan, bersama sebuah tim, portal internet “YouPrompt” yang masih dalam pembangunan, semacam “karaoke pidato” untuk YouTube. Dalam workshop “YouPrompt”, mereka mengajak para peserta memerankan ulang video-video YouTube dan menerbitkan tafsir ulang tersebut secara daring sebagai tanggapan video.
Fokusnya pada pidato-pidato politik. Tujuannya adalah menguji apakah menjelmakan otoritas dan mengambil alih retorika dengan perangkat masyarakat hiburan dan keseruan dapat memberi dorongan penting bagi politisasi “konten buatan pengguna” pada masa kini.
Pameran ini didukung oleh Galerie König, Hanau / Berlin.